Hanya tembok-tembok bisu mengakrabi tubuhku
dan sekilas bayangmu cumbui penatku
sekarang..
Kita dipisahkan oleh jarak..
Tirai besi memasung tubuhku
Angkuh ruang ini memaku langkahku
Cuma sisa nafas letih selalu kuhirup
membuat rongga dadaku bertambah berat dan sesak
Sampai kapan Aku sanggup menjalani ini semua
detik terasa lambat tersendat terantuk gelisah
jadikan rapuh seluruh semangatku
membuatku ingin membakar kepala
menghanguskan semua hal terkecil tentangmu..
( tak perlu kau tunggu aku )
Tlah hilang aku menjadi serpih serpih debu
dimakan waktu.. hilang tertiup oleh angin
cuma kenangan dalam Tembok Kebosanan
Sebab Aku tak ingin menjadi mimpi burukmu..
Semua sudah selesai…
Aku tak kuasa bicara Sayang..
atau sebait kalimat cinta
membuat hati ini menjadi getir
Aku berharap kaupun tak sudi mengingatnya lagi
karena hanya aku seorang yang memiliki keterpaksaan
untuk mengingat semuanya..
Dalam Isak tangis kau selalu kubawa
tapi Tidak saat aku tertawa, kau tau mengapa?
Sebab aroma tertawa disini adalah cerita kotor dan sumpah serapah
Kau terlalu suci untuk diucapkan..
Maafkan Aku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
^_^